Cybernewsindonesia.id - JEMBER // Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek kembali digelar di Halaman Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi spiritual warisan KH Moch Hamim Jazuli atau Gus Miek itu dihadiri ratusan hingga ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jember dan sekitarnya.
Majelis tersebut turut dihadiri para kiai, gus, tokoh agama, serta masyarakat umum yang mengikuti rangkaian sema’an Al-Qur’an dan dzikir bersama. Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua setelah sebelumnya juga digelar di lokasi yang sama pada 2025.
Pemerintah Kabupaten Jember kembali memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan majelis tersebut. Menurutnya, kegiatan sema’an Al-Qur’an dan dzikir bersama memiliki peran penting dalam menjaga kecintaan masyarakat kepada ulama dan para wali Allah.
“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.
Ia berharap Majelis Moloekatan Gus Miek dapat terus berlangsung secara istiqamah di Kabupaten Jember pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, majelis seperti ini tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat.
Gus Fawait menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” katanya.
Pelaksanaan Majelis Moloekatan Gus Miek sendiri berlangsung khidmat sejak sore hingga malam hari.
Jamaah tampak memadati area halaman Pemkab Jember untuk mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi keberkahan daerah dan masyarakat.
(Wiwik)