Search

Breaking News

Aksi Solidaritas Aliansi Tegal Raya Memanas


cybernewsindonesia.id | Pemalang -
Tim awak media meliput kegiatan aksi solidaritas yang dipicu oleh insiden pengendara ojek online (ojol) tertabrak di Jakarta. Gelombang aksi tersebut merembet hingga ke wilayah Kota Tegal. 

Pemicu awal diketahui berasal dari selebaran ajakan unjuk rasa yang beredar, dengan titik kumpul di Polres Tegal Kota pada pukul 19.00 WIB hingga selesai. Ajakan tersebut ditujukan kepada mahasiswa serta pelajar SMA/SMK di Tegal.

Seiring berjalannya waktu, situasi kian memanas. Malam hari suasana menjadi tidak kondusif hingga Polres Tegal Kota kewalahan. Aksi massa bahkan merambat ke gedung DPRD Kota Tegal. 

Menurut pantauan di lapangan, peserta aksi bukan hanya warga Kota Tegal, tetapi juga massa yang berdatangan dari arah Kabupaten Tegal sejak pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. 

Sebagian besar yang terlihat turun ke jalan adalah pelajar SMA/SMK, sementara masyarakat umum hanya dapat menyaksikan jalannya peristiwa.

Seorang warga yang berhasil dikonfirmasi menyatakan bahwa aksi ini sejatinya bukan unjuk rasa formal, melainkan bentuk pelampiasan kemarahan masyarakat terhadap pihak kepolisian terkait tragedi di Jakarta. 

"Kalau menurut aturan undang-undang, demonstrasi tidak boleh dilakukan pada malam hari dan harus ada permohonan izin resmi untuk menyampaikan pendapat di muka umum," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri bagi Kota Tegal. Pasalnya, pada tahun 1998 saat Jakarta memanas dengan gelombang reformasi, suasana Tegal tetap kondusif dan aman. Namun kini, situasi berbalik 180 derajat. 

Massa dari berbagai kalangan dapat berkumpul dalam jumlah besar di satu titik, yakni Polres Tegal Kota. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih memanas dan belum sepenuhnya terkendali.

Kaperwil Jateng : M. Imam
©Copyright 2023 -cybernewsindonesia.id