Cybernewsindonesia.id - JEMBER // 31 Maret 2026 — Bupati Jember menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Jember, sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus evaluasi tahun pertama masa kepemimpinan.
Dalam pidatonya, Bupati menekankan bahwa sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif sepanjang 2025, mencakup sektor ekonomi, sosial, hingga tata kelola pemerintahan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan menjadi fondasi penting untuk mendorong Jember naik ke level berikutnya,” ujar Bupati.
Secara ekonomi, Kabupaten Jember mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen pada 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui capaian provinsi Jawa Timur maupun nasional. Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga meningkat signifikan sebesar 135 persen menjadi Rp1,058 triliun, dari sebelumnya Rp774,16 miliar, tanpa kenaikan pajak maupun retribusi daerah.
Kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan realisasi investasi yang tumbuh 70,2 persen, dari Rp1,51 triliun pada 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada 2025. Angka ini melampaui target RPJMD hingga 139 persen dan turut mendorong penyerapan tenaga kerja hampir 10 ribu orang.
Di sektor sosial, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,67 persen, terendah dalam 10 tahun terakhir dan berada di bawah rata-rata provinsi.
Tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,07 persen, mencerminkan perbaikan kondisi pasar kerja.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,57, didukung perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Prevalensi stunting juga menurun menjadi 20,1 persen.
Dari sisi stabilitas ekonomi, inflasi daerah tercatat sebesar 2,77 persen, masih berada dalam rentang target nasional. Adapun Indeks Reformasi Birokrasi mencapai kategori A atau memuaskan, menandakan penguatan tata kelola pemerintahan. Efisiensi investasi juga tercermin dari nilai ICOR sebesar 0,74.
Sejumlah program prioritas yang dijalankan sepanjang 2025 disebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Di bidang pendidikan, program Beasiswa Cinta Bergema telah menjangkau 7.037 mahasiswa dalam satu tahun, dengan skema pembiayaan hingga lulus.
Pada sektor ekonomi kerakyatan, intervensi dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir melalui program untuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Penyaluran pupuk mencapai puluhan juta kilogram, disertai pemberian asuransi jiwa bagi nelayan serta bantuan ribuan gerobak usaha untuk UMKM.
Selain itu, pemerintah daerah juga memangkas retribusi pasar hingga 75 persen.
Dalam aspek perlindungan sosial, pemerintah memperluas cakupan penerima insentif, termasuk kepada 21.399 guru ngaji, serta kader posyandu, ketua RT, dan RW. Penyaluran dilakukan melalui mekanisme yang lebih sederhana dengan tambahan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
Di bidang infrastruktur, panjang jalan dalam kondisi mantap mencapai 2.105 kilometer, disertai pemasangan lebih dari 4.200 titik penerangan jalan umum.
Pemerintah juga memastikan akses listrik menjangkau wilayah terpencil seperti Dusun Bandealit.
Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah turut mengoptimalkan dukungan APBN, antara lain melalui revitalisasi 124 gedung sekolah. Di sektor transportasi, operasional Bandara Notohadinegoro kembali dibuka dengan rute menuju Jakarta dan Bali, yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan hingga 1,8 juta orang sepanjang 2025.
Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 99,46 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 82,15 persen, memungkinkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara luas.
Di sisi pelayanan publik, kanal pengaduan “Wadul Gus’e” mencatat lebih dari 10.412 laporan masyarakat dengan tingkat tindak lanjut mencapai 86 persen. Program ini didukung kegiatan jemput bola seperti “Bunga Desaku” dan “Guse Menyapa”, yang telah menjangkau 60 desa sepanjang tahun.
Menutup penyampaiannya, Bupati menegaskan bahwa capaian tahun pertama menjadi pijakan awal untuk percepatan pembangunan yang lebih inklusif.
“Masih banyak tantangan ke depan. Namun dengan fondasi yang telah dibangun, kami optimistis Jember akan terus bergerak maju, lebih sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.
(Wiwik)