Breaking News

Agus Flores: Bangsa yang Kuat Tidak Diukur dari Senjata, Melainkan Persatuan dan Kekuatan Media Sosial

Cybernewsindonesia.id | BANYUWANGI, Minggu (28/6/2026) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa wajah pertahanan bangsa di era digital telah mengalami transformasi yang signifikan. 

Menurutnya, kekuatan suatu negara tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan persenjataan atau kekuatan militernya, tetapi juga dari kemampuan rakyat menjaga persatuan, membangun kesadaran kolektif, dan memanfaatkan media sosial sebagai instrumen pemersatu bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi global, Agus menilai media sosial telah menjadi ruang strategis yang mampu membentuk opini publik, memengaruhi pola pikir masyarakat, bahkan menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan platform digital sebagai sarana edukasi, literasi, dan penyebaran nilai-nilai kebangsaan.

> "Negara ini kuat. Kita tidak perlu mengangkat senjata untuk menunjukkan kecintaan kepada bangsa. Di era digital, kekuatan media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar, membangun persatuan, serta menumbuhkan kesadaran hati yang positif demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Agus Flores, Minggu (28/6/2026).


Menurut Agus, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu datang dalam bentuk konflik bersenjata. Penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, hingga polarisasi sosial merupakan tantangan nyata yang dapat melemahkan persatuan apabila tidak disikapi dengan kedewasaan dan tanggung jawab bersama.

Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional melalui perilaku bijak di ruang digital. Setiap informasi yang dipublikasikan maupun dibagikan harus mengedepankan kebenaran, etika, serta kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Bagi Agus, semangat nasionalisme pada masa kini tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik, melainkan melalui kontribusi nyata dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, dan bebas dari informasi yang menyesatkan. Kesadaran untuk menyebarkan pesan-pesan positif dinilai sebagai bentuk bela negara yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sebagai Ketua Umum PW FRN, Agus juga menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Pers, katanya, bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai perekat persatuan dan penjaga stabilitas kehidupan demokrasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat yang cerdas dalam menyaring informasi akan menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai bentuk ancaman nonmiliter.

Mengakhiri pernyataannya, Agus Flores menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa yang semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan, mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun optimisme dan solidaritas nasional.

> "Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Ketika media sosial dipenuhi informasi yang benar, semangat gotong royong, dan kesadaran untuk saling menjaga, maka sesungguhnya kita sedang memperkokoh fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Bangsa yang besar tidak hanya kuat karena senjatanya, tetapi karena rakyatnya bersatu dan memiliki hati yang positif," pungkas Agus Flores. (Alex)
©Copyright 2023 -cybernewsindonesia.id