Cybernewsindonesia.id - Jember // Kurang dari satu bulan menjelang pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026, berbagai persiapan terus dipacu.
Panitia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dengan tingkat kesiapan yang kini telah mencapai sekitar 85 persen.
Presiden JFC, Budi Setiawan, mengatakan fase persiapan saat ini difokuskan pada penyempurnaan kualitas pertunjukan.
Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya dituntut menguasai koreografi, tetapi juga mampu menampilkan karakter dari kostum yang dikenakan saat tampil di lintasan karnaval.
"Semua proses sekarang mengarah pada penyempurnaan penampilan. Kami ingin setiap peserta tampil maksimal dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi penonton," katanya, Kamis (2/7/2026).
Untuk mendukung target tersebut, latihan koreografi dilakukan secara intensif setiap hari di Lapangan Universitas Muhammadiyah Jember. Memasuki pekan ketiga, peserta menjalani latihan mulai sore hingga malam hari guna mematangkan gerakan, formasi, dan transisi antardefile.
Tahapan latihan kini juga meningkat dengan dimulainya sesi gabungan yang melibatkan seluruh peserta. Sebelumnya, latihan masih dilakukan secara terpisah sesuai kelompok dan tema masing-masing.
Selain aspek penampilan, kesiapan kostum juga hampir tuntas. Panitia telah menyelesaikan proses Grand Juri pada 26–28 Juni lalu sebagai bagian dari penilaian terhadap seluruh karya busana yang akan menghiasi JFC 2026.
Budi menilai kualitas kostum tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Kreativitas para desainer dan peserta dinilai semakin matang, menghadirkan beragam karya dengan konsep yang kuat dan detail yang memukau.
Dengan seluruh persiapan yang terus dimaksimalkan, JFC 2026 optimistis kembali menghadirkan karnaval berkelas dunia yang menjadi ikon Kabupaten Jember. Perhelatan ini diharapkan tidak hanya memanjakan pecinta fesyen dan seni pertunjukan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
(Ovi)