Cybernewsindonesia.id | Banyuwangi — Suasana tenang Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, mendadak berubah mencekam pada Rabu siang, 15 Juli 2026.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kobaran api tiba-tiba melahap rumah milik Sahri (61), seorang petani setempat, saat sang pemilik rumah tengah berada di sawah bersama istrinya.
Menurut keterangan saksi mata, Laila (60), api diduga kuat berasal dari bara tungku dapur yang belum sepenuhnya padam dan menyambar kayu di dekatnya, hingga membumbung menjadi asap tebal yang mengundang kepanikan warga sekitar.
Tak menunggu lama, gotong royong warga pun pecah. Dikomando rasa solidaritas khas masyarakat desa, api yang mengamuk berhasil dijinakkan secara manual dalam waktu kurang lebih satu jam.
Sebuah pertaruhan melawan waktu yang membuahkan hasil melegakan: tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10.000.000,-. Sebuah angka yang tak seberapa dibanding syukur yang menyelimuti warga karena nyawa manusia tetap terjaga.
Di tengah situasi tersebut, sosok Babinsa Desa Sumberarum dari jajaran Koramil 0825/20 Songgon kembali menunjukkan taringnya sebagai garda terdepan pengabdian di tengah masyarakat.
Begitu informasi kebakaran diterima, Babinsa langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian, melakukan pengumpulan keterangan secara cermat dari saksi dan korban, sekaligus memastikan kondisi keamanan pascakebakaran terkendali.
Tak berhenti di situ, seluruh data dan kronologi kejadian segera dilaporkan berjenjang kepada pimpinan, sebagai wujud nyata kecepatan dan akurasi informasi yang menjadi ciri khas kerja Babinsa di lapangan.
Menanggapi peristiwa ini, Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat anak buahnya.
**"Kesigapan Babinsa di lapangan adalah cerminan kehadiran TNI yang nyata di tengah masyarakat. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Ke depan, saya minta seluruh Babinsa jajaran Koramil 0825/20 Songgon terus meningkatkan kewaspadaan dan edukasi kepada warga terkait bahaya kebakaran, khususnya potensi api dari tungku dapur yang kerap dianggap remeh,"** tegas Kapten Kav Andoko.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat terbukti menjadi kunci utama dalam menekan potensi kerugian yang lebih besar, sekaligus menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang teruji di lapangan.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.
(Alex)