Cybernewsindonesia.id | BANYUWANGI – Sektor peternakan menjadi salah satu pilar ekonomi penting di Kabupaten Banyuwangi. Guna memotivasi para peternak dan menjaring bibit unggul, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar acara "Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Tahun 2026". Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu, (06/05/2026).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., serta jajaran Forkopimka Tegaldlimo. Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., yang diwakili oleh Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Edi Supriono, turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap agenda tahunan ini.
Kontes ternak tahun ini melibatkan ratusan peternak sapi se-Kabupaten Banyuwangi dengan empat kategori perlombaan utama, yakni: Pedet Hasil Inseminasi Buatan (IB), Indukan Hasil IB, Calon Kereman Hasil IB, dan kategori Ekstrem (sapi dengan bobot raksasa).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan teknologi peternakan di Banyuwangi.
"Kontes ini bukan sekadar ajang pamer hewan ternak, melainkan bukti keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) di Banyuwangi. Kita bisa melihat kualitas pedet dan indukan yang luar biasa.
Harapannya, melalui bursa ternak ini, nilai ekonomi sapi milik peternak kita terus meningkat dan Banyuwangi tetap menjadi lumbung ternak nasional," ujar Wakil Bupati.
Sementara itu, Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Edi Supriono, yang hadir mewakili Dandim 0825, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk di sektor peternakan.
"Kami dari jajaran Kodim 0825 Banyuwangi, khususnya Koramil Tegaldlimo, sangat mendukung kegiatan ini. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat peternak sangat diperlukan.
Dengan adanya kontes ini, peternak semakin bersemangat meningkatkan kualitas ternaknya, yang secara otomatis akan memperkuat ketahanan pangan daerah," tutur Danramil.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ir. Danang Hartanto, ST., menjelaskan bahwa penilaian dalam kontes ini dilakukan secara ketat. "Tim juri menilai mulai dari kesesuaian umur, pertumbuhan bobot, hingga rekam jejak reproduksi.
Khusus kategori ekstrem, kita mencari sapi dengan bobot mutlak namun tetap sehat secara fisik. Ini adalah sarana edukasi bagi peternak untuk memahami standar bibit unggul," jelasnya.
Acara yang berlangsung meriah ini juga diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim, gerakan minum susu bersama 150 anak sekolah, serta pameran dari berbagai perusahaan mitra pertanian dan peternakan.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara sinergis oleh personel Koramil 0825/09 dan Polsek Tegaldlimo guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar.
(Alex)