Cybernewsindonesia.id - Jember // Bupati Jember Muhammad Fawaid memanfaatkan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Rabu (22/7/2026), untuk menyosialisasikan berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember kepada pelaku UMKM, pedagang keliling (mlijo), dan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Gus Fawaid menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama hampir seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bukan untuk kegiatan politik, melainkan memastikan masyarakat mengetahui sekaligus merasakan manfaat program pemerintah daerah secara langsung.
"Tujuan kami datang bersama kepala OPD adalah bertemu masyarakat dan memastikan program-program Pemkab Jember benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Salah satu program yang disosialisasikan adalah Gerobak Cinta, yakni bantuan gerobak dan rombong usaha bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat kecil.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan kelompok tani agar menjaga dan memanfaatkan dengan baik bantuan alat dan mesin pertanian yang telah disalurkan pemerintah. Ia menyebutkan, sepanjang 2025 hingga 2026 Pemkab Jember bersama pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp312 miliar untuk sektor pertanian.
"Bantuan alat pertanian ini harus dimanfaatkan bersama dan dijaga. Kalau ada persoalan dalam penyalurannya, silakan laporkan melalui Wadul Guse," katanya.
Di bidang pelayanan publik, Gus Fawaid menegaskan masyarakat kini dapat mengurus dokumen administrasi kependudukan, seperti KTP, langsung di kantor kecamatan tanpa harus datang ke Kabupaten Jember. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan pelayanan yang kurang baik melalui kanal pengaduan Wadul Guse.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengajak masyarakat memanfaatkan program layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Jember.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat memperoleh pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit daerah tanpa dipungut biaya, termasuk pemeriksaan kehamilan serta persalinan normal maupun operasi sesar yang ditanggung sesuai ketentuan program.
Ia memastikan tidak ada perbedaan pelayanan maupun obat yang diterima pasien peserta program. Jika masyarakat menemukan pelayanan yang tidak sesuai, mereka diminta segera melaporkannya melalui Wadul Guse agar dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui kegiatan Bunga Desaku, Pemkab Jember berharap masyarakat semakin memahami berbagai program pemerintah sekaligus turut mengawasi pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.
(Ovi)