Cybernewsindonesia.id l
Denpasar – Memasuki hari keempat pelaksanaan Latihan Mako Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami Kogabwilhan II, Kodam IX/Udayana selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) melaksanakan Uji Rencana Operasi (RO) melalui Tactical Floor Game (TFG) yang berlangsung di Aula Supardi, Makodam IX/Udayana, Denpasar, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M. selaku Pangkogabpad, sebagai tahapan penting untuk menguji kesiapan rencana operasi sekaligus menyelaraskan mekanisme pelaksanaan operasi gabungan dalam menghadapi skenario bencana alam berskala besar.
Pelaksanaan TFG diikuti oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi selaku Kasgasgabpad, didampingi para Asisten Kasdam, para Komandan/Kepala Badan Pelaksana Kodam IX/Udayana, serta unsur Satgas dari TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, BPBD, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Basarnas, dan Polda Bali.
Kegiatan juga terhubung melalui video conference dengan unsur Satgas jajaran Kodam V/Brawijaya sebagai bagian dari skenario operasi gabungan di wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Pangkogabwilhan II menegaskan bahwa Tactical Floor Game merupakan tahapan yang sangat strategis dalam rangka memastikan seluruh rencana operasi yang telah disusun dapat berjalan secara sinkron dan terintegrasi.
"TFG menjadi sarana untuk menyelaraskan rencana operasi sekaligus mengoptimalkan koordinasi antar unsur satuan yang terlibat. Melalui latihan ini, setiap komandan dan personel satgas akan memahami secara utuh tugas, tanggung jawab, serta mekanisme kerja masing-masing sehingga pelaksanaan operasi di lapangan dapat berlangsung cepat, tepat, dan terpadu," tegas Pangkogabwilhan II.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam skenario latihan kali ini Kogasgabpad melaksanakan operasi gabungan terpadu guna membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi dampak bencana gempa bumi megathrust dan tsunami yang terjadi di wilayah Provinsi Bali dan Jawa Timur.
Operasi disimulasikan dimulai pada hari H jam J selama 14 hari masa tanggap darurat, dengan fokus pada pelaksanaan pengungsian dan bantuan kemanusiaan, pencarian, penyelamatan serta evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, perlindungan kelompok rentan, pelayanan terhadap pengungsi, hingga pemulihan sarana dan prasarana vital.
Dalam skenario tersebut, pelaksanaan operasi di wilayah Bali diprioritaskan melalui jalur darat, laut, dan udara, sedangkan di wilayah Banyuwangi lebih mengutamakan jalur darat dan laut, sebelum berlanjut pada tahapan operasi berikutnya sesuai perkembangan situasi dan perintah komando.
Usai pembukaan, masing-masing Komandan Satgas memaparkan rencana pelaksanaan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawabnya, sekaligus menguji koordinasi lintas sektor berdasarkan Rencana Operasi yang telah disusun dalam menghadapi simulasi bencana gempa bumi dan tsunami.
Melalui Tactical Floor Game ini, diharapkan seluruh unsur yang tergabung dalam Kogasgabpad semakin solid, memiliki kesamaan persepsi, serta mampu membangun interoperabilitas yang kuat antar matra TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Dengan demikian, apabila terjadi bencana yang sesungguhnya, seluruh kekuatan dapat bergerak secara cepat, terpadu, efektif, dan profesional dalam melindungi masyarakat serta mempercepat penanganan keadaan darurat.(Pendam IX/Udy)
(David)