Cybernewsindonesia.id | JEMBER - Kebiasaan mengelola uang perlu dikenalkan sejak bangku sekolah.
Bupati Jember Gus Muhammad Fawait mendorong pelajar tidak hanya rajin belajar, tetapi juga mulai membiasakan diri menabung dan memahami mana kebutuhan serta keinginan.
Pesan itu disampaikan Gus Fawait saat menghadiri kegiatan Literasi dan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dalam rangka Hari Indonesia Menabung di SMPN 7 Jember, Senin (10/8/2026).
Menurut Gus Fawait, pendidikan dan literasi menjadi dua bekal penting untuk membuka peluang masa depan anak-anak Jember.
Latar belakang keluarga, kata dia, tidak boleh menjadi batas bagi seorang anak untuk meraih keberhasilan.
"Awalnya bukan siapa-siapa bisa menjadi siapa-siapa. Jalan yang paling efektif adalah ilmu pengetahuan," kata Gus Fawait.
Karena itu, Pemkab Jember terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa.
Gus Fawait menyebut sekitar 11 ribu hingga 12 ribu anak Jember akan mendapatkan beasiswa hingga lulus.
Di sisi lain, dia mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber informasi.
Kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi semakin penting di tengah maraknya video pendek dan konten digital.
Gus Fawait bahkan mengingatkan bahwa wahyu pertama dalam Alquran diawali dengan perintah membaca.
"Membaca, membaca, dan membaca. Kalau senang membaca, dia akan tahu isi dunia," ujarnya.
Literasi, lanjut dia, juga mencakup kemampuan menyaring informasi.
Dia mencontohkan munculnya informasi di media sosial yang menyebut pemerintah tidak memberikan perhatian terhadap infrastruktur pendidikan.
Padahal, menurut Gus Fawait, SMPN 7 Jember tahun ini mendapatkan dukungan pembangunan dengan nilai sekitar Rp2 miliar.
"Kalau mudah percaya kepada video-video di media sosial, itu berbahaya. Karena itu literasi penting, termasuk literasi keuangan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan Program KEJAR menjadi salah satu cara membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat 5.832 pelajar telah membuka rekening, dengan total nilai tabungan mencapai sekitar Rp34 miliar.
Aris menilai angka tersebut menjadi modal awal yang penting. Sebab, tujuan program bukan sekadar membuat pelajar memiliki rekening, melainkan membangun kebiasaan mengelola keuangan.
Pelajar didorong mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Uang yang dimiliki tidak seluruhnya digunakan untuk kesenangan sesaat, tetapi sebagian disisihkan untuk kebutuhan dan rencana masa depan.
"Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi bagian dari investasi untuk masa depan," kata Aris.
Literasi keuangan tersebut berjalan beriringan dengan program pendidikan Pemkab Jember. Pada 2026, pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada sekitar 7.030 mahasiswa.
Aris mengapresiasi dukungan Pemkab Jember terhadap pendidikan.
Menurutnya, akses pendidikan dan kemampuan mengelola keuangan sama-sama penting dalam menyiapkan generasi muda.
Program KEJAR pun diharapkan tidak berhenti pada pembukaan rekening.
Kebiasaan menabung harus terus dibangun agar pelajar memiliki fondasi finansial sekaligus pola pikir yang lebih terencana.
Dengan begitu, generasi muda Jember tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu tampil sebagai pelaku utama pembangunan di masa depan.
(Ovi)