Pemalang, cybernewsindonesia.id
Awak media di liputannya dalam rangka memperingati Hari Desa, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan Bhakti Desa di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Pura Dharma Surajaya pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol penguatan toleransi, kebersamaan, serta kerukunan antarumat beragama di tingkat desa. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Pemalang Andry Adi, Kepala Desa Surajaya Wasno, Babinsa Kodim 0711/Pemalang, Bhabinkamtibmas Polres Pemalang, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, serta perwakilan warga Desa Surajaya.
Bhakti Desa bertujuan mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat toleransi, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran unsur pemerintah, TNI-Polri, dan elemen masyarakat lintas agama mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di desa.
Dalam sambutannya, Kepala Dinpermades Kabupaten Pemalang Andry Adi menegaskan bahwa peringatan Hari Desa tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, Bhakti Desa merupakan momentum penting untuk meneguhkan nilai persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
“Kunjungan ke Pura Dharma ini menjadi simbol bahwa desa adalah rumah bersama. Toleransi dan kerukunan merupakan modal utama dalam membangun desa yang maju, harmonis, dan berkeadilan,” ujar Andry Adi.
Ia menambahkan bahwa nilai kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan harus terus dirawat sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pengurus Pura Dharma Surajaya Kadek Aryanto menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pemerintah desa yang menjadikan nilai toleransi sebagai bagian penting dalam peringatan Hari Desa.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kerukunan antarumat beragama. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Pendamping Desa Kabupaten Pemalang Sunaryo TA menyampaikan bahwa rangkaian Bhakti Desa diharapkan mampu memperkuat persatuan warga serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
“Peringatan Hari Desa ke-2 ini merupakan wujud bhakti kami kepada desa, khususnya dalam pemberdayaan seluruh lapisan masyarakat, termasuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Puncak peringatan Hari Desa nantinya akan dilaksanakan di Boyolali,” ungkap Sunaryo.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Surajaya Wasno. Ia menegaskan bahwa kegiatan Bhakti Desa merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
“Desa bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati,” katanya.
Wasno berharap melalui kunjungan ke Pura Dharma Surajaya, semangat kebersamaan dan keharmonisan antarwarga semakin kuat. Ia menilai Hari Desa harus menjadi momentum mempererat persaudaraan demi terwujudnya desa yang damai, rukun, dan sejahtera.
“Semoga Hari Desa menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan mewujudkan Desa Surajaya yang damai, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya.
Pimpinan Redaksi Jateng:
M. Imam