Breaking News

Varian "Super Flu" H3N2 Subclade K Mencatat Penyebaran Global, Masyarakat Diminta Tenang dan Patuhi Prokes


Cybernewsindonesia.id | Kota Tegal – Dunia kembali dihadapkan pada ancaman wabah varian baru virus influenza yang sangat agresif, yang secara populer dijuluki “Super Flu”. Secara ilmiah, varian ini telah diidentifikasi sebagai Influenza A H3N2 Subclade K oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Varian ini telah menunjukkan karakteristik yang mengkhawatirkan, terutama dalam kecepatan penularannya. Mutasi genetik pada virus membuatnya jauh lebih efektif dalam menginfeksi sel-sel pernapasan manusia. Sejak pertama kali terdeteksi, 

Super Flu telah dilaporkan menyebar di lebih dari 80 negara, menimbulkan gelombang kasus yang signifikan.

Di Amerika Serikat, episentrum awal varian ini, laporan menyebutkan jutaan orang telah terinfeksi hanya dalam hitungan bulan, dengan puluhan ribu pasien memerlukan perawatan inap. Istilah “Super Flu” sendiri, meski bukan terminologi medis resmi, digunakan untuk menggambarkan tingginya tingkat penularan dan agresivitas varian ini dibandingkan virus influenza musiman biasa.

Menyikapi potensi ancaman masuknya varian ini ke Indonesia, otoritas kesehatan terus memperketat pengawasan. Nur Hidayati, Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Tegal di bawah Balai Kesehatan Karantina Kelas I Cilacap, menegaskan bahwa upaya pencegahan masuk dan penyebaran virus ini terus diintensifkan.

“Kami mohon masyarakat untuk tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Nur Hidayati dalam pernyataannya pada Kamis (8 /1/2026).

 Ia menambahkan bahwa seluruh langkah pencegahan dilakukan secara maksimal dalam rangka melindungi masyarakat dari kemungkinan terjangkit virus tersebut.

Pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Tegal dan sekitarnya, untuk tidak panik namun tetap waspada. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker di keramaian atau saat mengalami gejala, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala influenza berat, menjadi langkah krusial.

Kewaspadaan di pintu masuk negara, seperti pelabuhan, juga ditingkatkan melalui pemantauan kesehatan terhadap penumpang dan awak kapal yang datang dari negara-negara dengan laporan kasus tinggi.

Para ahli kesehatan global saat ini masih memantau perkembangan varian H3N2 Subclade K ini, termasuk efektivitas vaksin influenza musiman yang ada terhadap varian baru tersebut. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengupdate informasi dari sumber resmi Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan setempat.

Reporter. : Aan
©Copyright 2023 -cybernewsindonesia.id