Cybernewsindonesia.id | SIMALUNGUN – Bulan Ramadhan identik dengan momen refleksi dan kebersamaan. Namun di tengah suasana yang penuh kekhidmatan ini, ancaman informasi palsu atau hoaks justru kian marak berseliweran di media sosial.
Merespons fenomena itu, Polres Simalungun Polda Sumatera Utara turun langsung memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat Kabupaten Simalungun agar lebih bijak dalam bermedia sosial, Sabtu (21/2/2026).
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi sekira pukul 15.30 WIB menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat, tidak hanya dari ancaman kejahatan fisik, tetapi juga dari bahaya kejahatan digital yang kian nyata dirasakan.
"Kami hadir bukan hanya saat ada kejadian. Polri untuk masyarakat, itu bukan sekadar slogan. Di bulan Ramadhan ini, kami ingin masyarakat Simalungun bisa beribadah dengan tenang, tanpa terganggu oleh informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya," ujar AKP Verry Purba.
Dalam sosialisasinya, Humas Polres Simalungun mengingatkan masyarakat bahwa di era serba cepat seperti sekarang, informasi datang tanpa jeda, dari pagi hingga larut malam, dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya, dari satu unggahan ke unggahan berikutnya. Sayangnya, kecepatan penyebaran informasi ini tidak selalu diimbangi dengan keakuratan isinya.
"Tidak semua yang viral itu benar. Justru banyak informasi yang cepat menyebar karena mengandung unsur provokatif, sensasional, atau menyentuh emosi. Masyarakat perlu diajak untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol bagikan," ucap AKP Verry Purba.
Polres Simalungun mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat, untuk menerapkan langkah-langkah sederhana dalam menyaring informasi.
Di antaranya adalah mengecek sumber berita secara langsung, tidak langsung mempercayai judul yang provokatif, memverifikasi informasi melalui situs resmi atau media terpercaya, dan tidak menyebarkan ulang konten yang belum jelas kebenarannya.
"Jadilah netizen cerdas. Langkahnya sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Kalau kita semua mau sedikit lebih teliti sebelum menyebarkan informasi, hoaks tidak akan punya ruang untuk tumbuh," ungkap AKP Verry Purba.
Ia juga menambahkan bahwa bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk menjaga lisan dan juga jari-jari kita di dunia digital. Menyebarkan hoaks, meskipun tanpa niat jahat, tetap bisa menimbulkan keresahan di masyarakat dan berpotensi melanggar hukum.
"Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri. Tahan juga jari kita dari ikut-ikutan menyebar informasi yang belum kita pastikan kebenarannya. Ini bukan soal takut hukum saja, tapi soal tanggung jawab kita sebagai warga yang baik," tutur AKP Verry Purba.
Polres Simalungun menegaskan bahwa pihaknya akan terus aktif melakukan sosialisasi di berbagai titik di wilayah Kabupaten Simalungun selama bulan Ramadhan.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan bukan hanya memberikan rasa aman secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan di era digital.
Masyarakat yang memiliki pertanyaan atau ingin melaporkan konten yang diduga hoaks dapat langsung menghubungi Polres Simalungun melalui saluran komunikasi resmi yang tersedia.
Ingat, jadi netizen cerdas bukan hal yang sulit. Cukup Baca – Cek – Pikir – baru Sebar.
(Red)