Cybernewsindonesia.id - Jember // Sejumlah awak media mengaku kecewa atas adanya pembatasan peliputan dalam kegiatan sarasehan dan pendidikan politik yang diinisiasi DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, Sabtu (09/05/2026), di kantor DPD Golkar Jember.
Beberapa jurnalis yang hadir di lokasi mengaku tidak diperkenankan memasuki area kegiatan oleh panitia.
Sementara itu, sejumlah wartawan lain terlihat tetap diperbolehkan melakukan peliputan di dalam lokasi acara.
Ketua Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Jember, Suliyadi Setiawan, menyayangkan adanya perlakuan berbeda terhadap awak media yang datang untuk menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami kecewa karena ada pembatasan terhadap wartawan yang hendak meliput kegiatan. Padahal media hadir untuk menjalankan fungsi kontrol dan penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Suliyadi, dirinya sempat berada di area kegiatan sebelum akhirnya diminta keluar oleh seseorang yang disebut sebagai panitia. Ia juga mendapat penjelasan bahwa hanya wartawan yang namanya tercantum dalam daftar tertentu yang diperbolehkan masuk.
“Kami mempertanyakan dasar dan parameter yang digunakan dalam menentukan wartawan yang bisa meliput.
Seharusnya kegiatan politik yang bersifat terbuka dapat diakses media secara profesional dan proporsional,” tambahnya.
Peristiwa tersebut memicu reaksi dari sejumlah awak media lain yang berada di lokasi. Mereka menilai pembatasan peliputan berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif terhadap profesi jurnalis.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak DPD Partai Golkar Kabupaten Jember terkait alasan pembatasan akses peliputan pada kegiatan tersebut.
(Wiwik)