Breaking News

Fasilitas Puskesmas Grujugan Dikeluhkan Pasien, Dinkes Bondowoso Janji Evaluasi Langsung


Cybernewsindonesia.id | BONDOWOSO - Kondisi fasilitas pelayanan di UPT Puskesmas Grujugan, Kabupaten Bondowoso, menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan kenyamanan saat mengakses layanan kesehatan. 

Keluhan tersebut tidak hanya menyangkut keterbatasan ruang tunggu, tetapi juga fasilitas penunjang seperti penerangan dan sirkulasi udara.

Bagi pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kondisi ruang tunggu menjadi bagian penting dari pengalaman mereka. Ketika jumlah pasien meningkat, 

keterbatasan ruangan disebut membuat sebagian warga harus menunggu di area luar.
Persoalan semakin menjadi perhatian ketika fasilitas pendingin atau kipas angin disebut tidak berfungsi.Keluhan warga juga menyebut adanya lampu di sejumlah ruangan yang mati atau kurang terang.
Persoalan yang terlihat sederhana tersebut justru menjadi pertanyaan ketika terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari digunakan masyarakat.

Salah seorang keluarga pasien mengeluhkan kondisi ruangan yang terasa sempit dan pengap ketika pasien sedang ramai. 

Menurutnya, kipas angin yang tersedia tidak berfungsi, sementara sebagian penerangan ruangan juga disebut belum diperbaiki.Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian Dinas Kesehatan Bondowoso. 
Kepala Dinkes Bondowoso, dr. Moh. Jasin, mengatakan pihaknya akan turun langsung bersama tim untuk melihat kondisi Puskesmas Grujugan.“Kalau kita bersama tim nanti hari ini akan ke sana untuk mengevaluasi apa yang disampaikan panjenengan ini,” kata Jasin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dinkes memilih memastikan kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan. Namun, persoalannya tidak berhenti pada apakah keluhan tersebut benar atau tidak. 

Yang lebih penting adalah sejauh mana fasilitas yang dikeluhkan dapat segera ditangani agar tidak terus menjadi persoalan bagi pasien.

Jasin menyebut evaluasi dan supervisi terhadap puskesmas sebenarnya dilakukan secara rutin oleh Dinkes melalui bidang-bidang terkait. 

Karena itu
 munculnya keluhan masyarakat mengenai fasilitas Puskesmas Grujugan menjadi momentum untuk melihat kembali apakah persoalan tersebut merupakan kerusakan baru,
kebutuhan pemeliharaan rutin, atau bagian dari persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan lebih besar.

“Kalau evaluasi itu kan ada rutin, supervisi juga rutin dari bidang-bidang, dari Dinas Kesehatan itu evaluasi rutin sudah dilakukan,” ujarnya.Jika evaluasi rutin telah berjalan, maka tindak lanjut atas keluhan masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting. 

Sebab, bagi pasien, yang dibutuhkan bukan sekadar pemeriksaan atau laporan evaluasi, melainkan fasilitas yang berfungsi ketika mereka datang mendapatkan pelayanan.

Jasin sendiri mengatakan hasil pengecekan akan menentukan pola penanganan. Dinkes akan memilah persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu dekat dengan kebutuhan yang membutuhkan penanganan jangka panjang

.“Saya evaluasi nanti. Saya juga, insya Allah saya hari ini ke puskesmas juga,” katanya.“Mana yang bisa ditangani jangka pendek, mana yang bisa ditangani jangka panjang, harus kita evaluasi nanti di situ,” lanjut Jasin.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena sejumlah persoalan fasilitas seperti lampu yang tidak berfungsi atau kipas angin yang mati pada dasarnya berbeda dengan kebutuhan renovasi bangunan. 

Jika kerusakan ringan dapat segera diperbaiki, masyarakat tentu berharap tidak perlu menunggu proses penganggaran jangka panjang.
Sementara untuk persoalan yang berkaitan dengan kondisi bangunan, keterbatasan ruangan, maupun kebutuhan fasilitas yang membutuhkan anggaran lebih besar, Dinkes perlu memiliki pemetaan dan rencana penanganan yang jelas.

Terlebih, Puskesmas Grujugan merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi salah satu pintu utama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Kondisi sarana dan prasarana karena itu tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan kenyamanan, tetapi juga bagian dari kualitas pelayanan publik.

(Rahmatullah)
©Copyright 2023 -cybernewsindonesia.id